Fungsi & mengenal Gambar 1D, 2D, dan 3D dalam Arsitektur
Table of Contents

mengenal gambar 1D,2D,3D
Dalam dunia arsitektur, gambar merupakan bahasa utama untuk menyampaikan ide dan konsep bangunan. Agar sebuah desain dapat dipahami dengan baik, arsitek menggunakan berbagai jenis gambar berdasarkan dimensi: 1D, 2D, dan 3D. Masing-masing memiliki peran penting dalam proses perancangan hingga pembangunan.
Artikel ini akan membantu kamu memahami perbedaan dan fungsi dari ketiga jenis gambar tersebut.

contoh gambar 1d
Gambar 1D (satu dimensi) merupakan gambar yang hanya memiliki satu ukuran, yaitu panjang. Walaupun terlihat sederhana karena hanya berupa garis, gambar 1D memiliki peran yang sangat penting dalam dunia arsitektur dan konstruksi.
- Garis pada gambar 1D digunakan untuk menunjukkan ukuran panjang dinding dengan sangat akurat. Arsitek dan tukang dapat mengetahui berapa meter panjang suatu dinding sebelum bangunan dibuat, sehingga memudahkan perhitungan bahan dan biaya
- Gambar 1D membantu arsitek dalam menentukan letak kolom bangunan melalui garis sumbu dan jarak antar kolom. Posisi kolom yang tepat sangat penting agar struktur bangunan kuat dan seimbang.
- Gambar 1D digunakan untuk membuat grid struktur, yaitu garis-garis panduan yang mengatur susunan kolom, balok, dan dinding. Grid ini menjadi dasar utama dalam perencanaan struktur bangunan.
- Melalui garis ukuran vertikal, gambar 1D membantu menentukan tinggi bangunan, mulai dari tinggi lantai, tinggi pintu dan jendela, hingga total tinggi bangunan. Informasi ini sangat penting agar bangunan sesuai dengan peraturan dan kebutuhan pengguna

contoh gambar 2d
Gambar 2D (dua dimensi) memiliki panjang dan lebar sehingga dapat menampilkan bentuk bangunan secara datar dan detail. Gambar ini merupakan bagian terpenting dalam proses perancangan dan pembangunan karena menjadi acuan utama bagi arsitek, kontraktor, dan tukang di lapangan.

contoh gambar 3d
Gambar 3D (tiga dimensi) memiliki panjang, lebar, dan tinggi sehingga dapat menampilkan bentuk bangunan secara nyata dan realistis. Gambar ini sangat penting untuk membantu arsitek dan klien memahami desain sebelum bangunan benar-benar dibangun.
Gambar 2D (dua dimensi) memiliki panjang dan lebar sehingga dapat menampilkan bentuk bangunan secara datar dan detail. Gambar ini merupakan bagian terpenting dalam proses perancangan dan pembangunan karena menjadi acuan utama bagi arsitek, kontraktor, dan tukang di lapangan.
- Gambar 2D digunakan untuk menyusun denah rumah, yaitu tampilan tata letak ruangan dari atas. Melalui denah, arsitek dapat mengatur fungsi ruang, sirkulasi, ukuran ruangan, dan hubungan antar ruang secara jelas.
- Gambar 2D juga digunakan untuk membuat tampak depan bangunan, yang memperlihatkan bentuk luar bangunan dari satu sisi. Tampak ini membantu menunjukkan desain fasad, tinggi bangunan, serta komposisi pintu dan jendela.
- Gambar potongan 2D menampilkan bagian dalam bangunan secara vertikal. Dengan gambar potongan, arsitek dapat menjelaskan struktur bangunan, ketinggian lantai, atap, dan sistem konstruksi secara lebih detail.
- Gambar 2D menjadi dasar penyusunan gambar kerja, yaitu kumpulan gambar teknis yang digunakan saat proses pembangunan. Gambar kerja ini memastikan bahwa bangunan dibangun sesuai dengan rencana.

contoh gambar 3d
Gambar 3D (tiga dimensi) memiliki panjang, lebar, dan tinggi sehingga dapat menampilkan bentuk bangunan secara nyata dan realistis. Gambar ini sangat penting untuk membantu arsitek dan klien memahami desain sebelum bangunan benar-benar dibangun.
- Gambar 3D (tiga dimensi) memiliki panjang, lebar, dan tinggi sehingga dapat menampilkan bentuk bangunan secara nyata dan realistis. Gambar ini sangat penting untuk membantu arsitek dan klien memahami desain sebelum bangunan benar-benar dibangun.
- Melalui gambar 3D, arsitek dapat melakukan simulasi pencahayaan alami dan buatan, serta mencoba berbagai pilihan material bangunan. Hal ini membantu menentukan desain terbaik sebelum tahap pembangunan.
- Gambar 3D berfungsi sebagai maket digital, yang memungkinkan arsitek memeriksa bentuk bangunan dari berbagai sudut, memperbaiki kesalahan desain, dan mengembangkan ide dengan lebih cepat dan efisien.
- Gambar 3D memberikan gambaran hasil akhir bangunan sebelum dibangun. Dengan begitu, klien dan arsitek dapat memastikan bahwa desain sudah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.