PANDANGAN DK CHING TENTANG ARSITEKTUR
Table of Contents
| DK,Ching |
1. Siapa D.K. Ching dalam Dunia Arsitektur
Francis D.K. Ching adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pendidikan arsitektur modern. Karya-karyanya seperti Form, Space and Order, Architecture: Form, Space & Order, dan Building Construction Illustrated menjadi rujukan utama di berbagai universitas arsitektur di seluruh dunia.
Menurut Ching, arsitektur bukan sekadar bangunan, melainkan sebuah bahasa visual dan spasial yang menggabungkan fungsi, estetika, struktur, dan makna.
2. Hakikat Arsitektur Menurut D.K. Ching
Ching memandang arsitektur sebagai organisasi bentuk dan ruang yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan budaya.
Ia menyatakan bahwa arsitektur harus dipahami melalui empat unsur utama:
- Bentuk (Form)
- Ruang (Space)
- Tatanan (Order)
- Pengalaman manusia
3. Konsep Bentuk (Form)
Bagi Ching, bentuk adalah ekspresi fisik dari ide arsitektur.
Bentuk tidak berdiri sendiri, melainkan selalu memiliki hubungan dengan:
- Fungsi
- Struktur
- Lingkungan
- Simbol dan makna
- Lingkaran → kesatuan, pusat, keabadian
- Persegi → stabilitas, rasionalitas, keteraturan
- Segitiga → dinamika, arah, ketegangan visual
4. Konsep Ruang (Space)
Menurut Ching, ruang adalah esensi arsitektur.
Arsitektur tidak hanya menciptakan dinding dan atap, tetapi menciptakan ruang untuk kehidupan.
Ruang memiliki karakter yang dibentuk oleh:
Menurut Ching, ruang adalah esensi arsitektur.
Arsitektur tidak hanya menciptakan dinding dan atap, tetapi menciptakan ruang untuk kehidupan.
Ruang memiliki karakter yang dibentuk oleh:
- batas ruang (dinding, lantai, langit-langit),
- skala dan proporsi,
- cahaya,
- tekstur dan material,
- urutan pergerakan manusia.
5. Prinsip Tatanan (Order)
Tatanan adalah cara elemen-elemen arsitektur disusun agar tercipta kesatuan yang bermakna.
Ching menjelaskan beberapa prinsip utama tatanan arsitektur:
a. Aksis
Garis imajiner yang mengorganisasi komposisi ruang dan bentuk.
b. Simetri
Keseimbangan visual yang memberikan rasa stabilitas dan keteraturan.
c. Hirarki
Perbedaan tingkat kepentingan antar ruang atau bentuk.
Perbedaan tingkat kepentingan antar ruang atau bentuk.
d. Ritme
Pola pengulangan elemen yang menciptakan gerak visual.
Pola pengulangan elemen yang menciptakan gerak visual.
e. Datum
Elemen acuan yang menyatukan komposisi.
f. Transformasi
Perubahan bentuk yang tetap mempertahankan karakter utama.
6. Hubungan Manusia dan Arsitektur
Ching sangat menekankan skala manusia.
Bangunan harus:
- mudah dipahami,
- nyaman digunakan,
- mencerminkan kebutuhan fisik dan emosional manusia.
Arsitektur menurut Ching harus mampu:
- mengarahkan pergerakan,
- menciptakan suasana,
- membangun makna dan identitas tempat.
7. Arsitektur sebagai Bahasa Visual
Ching melihat arsitektur sebagai bahasa visual yang memiliki tata bahasa sendiri:
- titik, garis, bidang, dan volume sebagai kosakata;
- proporsi, skala, ritme sebagai tata bahasa;
- ruang sebagai kalimat;
- bangunan sebagai cerita.
8. Kesimpulan Pandangan D.K. Ching
Menurut D.K. Ching, arsitektur adalah:
Seni dan ilmu dalam membentuk ruang dan pengalaman manusia melalui tatanan bentuk yang terorganisir.
Arsitektur bukan hanya tentang membangun, melainkan menciptakan kehidupan di dalam ruang.